Kang Ibing, Kepergian Seniman Sunda

Seniman Sunda, Kang Ibing
(foto : www.unpad.ac.id)

Warga sunda, Jawa Barat khususnya kota Bandung kini kehilangan seniman serbabisa almarhum Kang Ibing yang telah pergi meninggalkan kita semua untuk selamanya. H. Dada Rosada, Wali Kota Bandung mengaku sangat kehilangan dengan kepergian almarhum Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata, yang akrab di sapa Kang Ibing.
Saat ditemui di rumah duka di Jalan Kencana Wangi No 70 Margacinta Kota Bandung, Dada Rosada mengakatakan “ Kang Ibing sudah menjadi bagian dari Kota Bandung, bahkan Jawa Barat maupun Indonesia dalam hal kesenian dan kebudayanya, Kehadiran almarhum sudah banyak memberikan warna bagi Kota Bandung ini, tidak sedikit jasanya mengangkat Kota Bandung dalam bidang kesenian dan kebudayaannya. ”

Ucapan senada juga dilontarkan oleh Rektor Unpad, Prof Ganjar Kurnia, pribadi Kang Ibing yang sangat someah seperti halnya orang Sunda pada umumnya, menjadikan figur Kang Ibing sulit dicari bandingannya. “ Almarhum sama siapa saja sangat baik, meski namanya sudah demikian masyhur, tetap saja sifatnya di manapun suka heureuy dan ngabodor,” ucap Ganjar.
Pegelaran Kang Ibing pada beberapa waktu lalu di Unpad, memberikan bukti kalau Kang Ibing merupakan sosok seniman dan budayawan multitalenta. “ Hingga saat ini saya belum dapat pembandingnya Seniman dan Budayawan sekelas almarhum yang memiliki berbagai kemampuan seni maupun pengetahuan budaya, ” lanjut ucap Ganjar.
Kang Ibing suka mengisi ceramah-ceramah di berbagai daerah bahkan kepelosok-pelosok, tapi kini kita tidak mungkin bisa mendengar lagi ceramahnya almarhum, karena sudah dipanggil sang pencipta.
Selamat jalan…Kang Ibing.
(pikiran rakyat)

Kang Ibing, Seniman Sekaligus Budayawan

Kang Ibing
(foto : www.unpad.ac.id)

Dunia seni Indonesia kehilangan lagi tokoh besar bernama Kusmayatna Kusumadinata yang lebih akrab disapa Kang Ibing wafat di usia 64 pada Kamis (19/8/2010) karena sakit. Sebelumnya beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung, karena terjatuh di kediamannya di Cijawura, Bandung, Kamis sekitar pukul 20.00.
Dikdik anak sulung dari kang Ibing mengatakan “Bapak memang punya penyakit jantung, namun saat jatuh mungkin dikarenakan kecapean. Beliau baru saja pulang dari Sumedang,”

Kang Ibing lahir di Sumedang pada 20 Juni 1946, dikenal sebagai sosok yang jenius. Tak hanya dikenal sebagai seniman tetapi juga bintang film, pelawak, pembawa acara andal dan juga pendakwah. Selain itu beliau juga di kenal sebagai seorang budayawan.

Bersama Suryana Fatah, Aom Kusman, Ujang, dan Wawan Sofian, Kang Ibing mendirikan kelompok lawak bernama D’Kabayan. Masing- masing memiliki keunikannya sendiri, di mana setiap anggotanya mewakili sosok etnis dan budaya tertentu.
Wawa Sofyan misalnya dikenal sebagai Mas Sastro, Suryana Fatah sebagai Koh Holiang, Sementara Kusmayatna menggambarkan sosok legenda Sunda.
Kang Maman alias Ibing, Sosoknya begitu gampang dikenali.

Kang Ibing kerap tampil lengkap dengan sarung tersampir di pundak dan peci yang menjadi ciri khasnya. Sukses di dunia lawak, ia juga beberapa kali ikut terlibat dalam berbagai film, seperti :
1. Di Sana Senang Di Sini Senang pada tahun 1990
2. Warisan Terlarang 1990
3. Komar Si Glen Kemon Mudik pada tahun 1990
4. Boss Carmad pada tahun 1990
5. Si Kabayan dan Gadis Kota pada tahun 1989
6. Bang Kojak pada tahun 1977
7. Ateng The Godfather pada tahun 1976
8. Si Kabayan pada tahun 1975

Di luar kesibukannya di dunia seni dan hiburan, beliau juga dikenal sebagai pendakwah yang kerap memberikan ceramah di sejumlah tempat, sekalipun ke pelosok-pelosok daerah di tanah air.
(kompas.com)